7.26.2011

Rayuan Rindu - Raihan

  No comments    
categories: 
Hatiku merayu rindu
Kasihku padaMu syahdu
Munajat hamba padaMu
Mengharap kasih sayangMu

Carilah ilmu mengenal Allah
Tanamkan takut neraka Allah
Sampaikan harap surga Allah
Carilah keridhoan Allah

Rinduku ya Rasulullah
Padamu ya Habibullah
Walau tak pernah bersua
Cintaku tetap membara

Rinduku ya Rasulullah
Padamu ya Habibullah
Engkaulah buah hatiku
Engkaulah kekasih Allah

Alangkah indah pribadimu
Tidak tergambar mulia akhlaqmu
Engkaulah rasul pilihan Allah
Kaulah rahmat seluruh alam

My heart is loving You
My heart is just for You
Knowing You Allah
I will try to get close to You

Let us find the way to know God
Feel the torches of hell-fire
Think of pleasures of paradise
Find the way to get Allah's love

Hatiku merayu rindu
Kasihku padaMu syahdu
Bertemu Allah yang esa
Menjadi idaman kalbu

Tanya Ibu dan Ayah - Raihan

  No comments    
categories: 

Tanyalah… Pada ayah ibu…
Bila kau tidak tahu…
Tanya pada ayah
Mengapakah kita
Mesti mentaati
Allah yang maha Esa
Tanya pada ibu
Mengapa kita mesti menjadi
Seorang anak yang sholeh
Oh adik tanya-tanyalah
Tentu kata ayah kerana Allahlah
Yang menciptakan kita
Dan alam ini
Tentu kata ibu
Hanya anak yang sholeh
Penyejuk hati ayah dan ibu
Taatlah kepada Allah
Amalkan segala hukum perintahNya
Jaga hubungan sesama kita
Berakhlak mulia di mana jua
Taat pada ayah ibu
Jagalah hatinya
Hiburkanlah mereka
Ingatlah susah payahnya
Balaslah semua jasa mereka
Redha Allah
Redha ayah ibu
Kebahagiaan dunia akhirat

7.23.2011

"Ya Allah gantilah dengan yang lebih baik"

  No comments    
categories: 

"Ya Allah gantilah dengan  yang lebih baik" begitulah salah satu do'a yang Islam ajarkan.
Kalimat tersebut memiliki banyak makna. Mari kita coba urai beberapa makna yang terkandung dalam do'a tersebut.
Pertama, "Ya Allah gantilah dengan  yang lebih baik" memiliki makna agar Allah mengganti keburukan kita dengan kebaikan.Untuk mendapatkan hal ini pintunya adalah taubat. Setiap manusia pasti memiliki dosa. Orang yang baik adalah orang yang selalu bertaubat setelah berdosa. Orang yang baik bukanlah orang yang sama sekali tidak memiliki dosa. Sebab sangat mustahil manusia tidak memiliki dosa, kecuali Rasulullah saw yang dima'sum oleh Allah. 
Makna yang kedua dari "Ya Allah gantilah dengan  yang lebih baik" adalah meminta agar amal kita diterima. Dengan itu kita mengharapkan balasan pahala dari Allah dengan yang lebih baik tentunya. Karena sesuai dengan janji Allah dalam Surat Al An'am ayat 160, "Barang siapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya, barangsiapa yang melakukan perbuatan yang jahat maka dia diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)"
Begitu Maha Baiknya Allah, Ia mengganti kebaikan dengan begitu banyak dan membalas keburukan sesuai dengan yang dikerjakan. Maka dari itu mari perbanyak kebaikan dan mintalah "Ya Allah gantilah dengan  yang lebih baik"
makna yang ketiga adalah pada prinsipnya meminta penjaminan. Maksudnya, kita meminta agar Allah menjamin diri kita, menanggung dan menyelesaikan urusan kita. Sesuai dengan janjinya dalam At-Thalaq ayat 3 : "Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)" Coba pikirkan, apakah ada yang lebih nyaman dan aman hidupnya dari orang yang semua urusannya telah dijamin oleh Allah?
makna yang keempat "Ya Allah gantilah dengan  yang lebih baik" pada prinsipnya adalah minta kebaikan di atas kebaikan. Itu juga janji Allah " Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaanya. artinya, orang yang berusaha mencari hidayah Allah, akan diberikan lagi hidayah yang lain. Ini benar-benar kebaikan di atas kebaikan. 
Ini adalah ganti dari Allah. "Ya Allah gantilah dengan  yang lebih baik", bisa berarti juga "Tambahkanlah atas yang sudah ada dengan yang lebih baik". Hal itu juga yang diajarkan Rasulullah dalam soal ilmu. seperti dalam surat Thoha , " Dan katakanlah : Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan" 
makna yang kelima "Ya Allah gantilah dengan  yang lebih baik" pada prinsipnya adalah meminta kepada Allah ganti yang lebih baik atas apa yang telah hilang. Hal ini berkaitan dengan musibah yang dialami manusia. Islam mengajarkan, jika ada sesuatu yang hilang dari kita, kita diajarkan untuk meminta yang lebih baik lagi kepadaNya dan pasrah terhadap takdir kehilangan yang telah kita alami. karena sesungguhnya semuanya adalah titipan dariNya. 
Pada akhirnya meminta ganti yang lebih baik adalah ruh kehidupan yang tertanam dalam kehidupan kita. Kita harus berorientasi pada penggantian yang lebih baik. Karena hal itu akan mendorong kita untuk menempuh syarat-syarat mendapat penggantian yang lebih baik. Sebab itu tidaklah diberikan secara cuma-cuma. Meminta ganti yang lebih baik akan mendorong kita untuk terus berprestasi, dan menjadikan kita tidak berpuas diri dengan amal dan kebaikan yang masih sedikit.
Wallahu 'alam.

7.19.2011

Al Quran dan Fakta Sains ("Besi" )

Di Astrikh, seorang pakar NASA mengemukakan keajaiban Al-quran. Kami telah melakukan banyak percobaan terhadap logam logam yang ada di bumi. Tapi satu-satunya logam yang membingungkan ilmuan saat ini adalah besi. Besi (Fe) dengan no atom 26 dan massa atom relative 56 ini merupakan logam yang banyak digunakan sebagai campuran alat rumah tangga. Sifat kimianya mempunyai ciri khas, untuk menyatukan electron dan neutron dalam besi dibutuhkan kekuatan setara empat kali kekuatan yang ada pada matahari. Jadi mustahil jika besi tercipta di bumi. Sehingga pasti besi merupakan unsur asing yang dating ke bumi.

Kata “anzalnaa” yang berarti “kami turunkan” khusus digunakan untuk besi dalam ayat ini, dapat diartikan secara kiasan untuk menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Tapi ketika kita mempertimbangkan makna harfiah kata ini, yakni “secara bendawi diturunkan dari langit”, kita akan menyadari bahwa ayat ini memiliki keajaiban ilmiah yang sangat penting.
Ini dikarenakan penemuan astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar.

Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa. Akan tetapi sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut “nova” atau “supernova”. Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa.

Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor dan “diturunkan ke bumi”, persis seperti dinyatakan dalam ayat tersebut: Jelaslah bahwa fakta ini tidak dapat diketahui secara ilmiah pada abad ke-7 ketika Al Qur’an diturunkan.

Ketika ada yang membacakan kepadanya, “dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (QS Al Hadid :25)

Dia mengatakan, “kalimat ini mustahil berasal dari ucapan manusia”.

Referensi : majalah elfata th 2003, dan 
http://pantjasurya.wordpress.com

7.17.2011

CerPon (Cerita Pondok Kuning) :D

  No comments    
categories: 

Disana terukir tawa dan canda
Namun, terkadang tangis dan kesedihan pun menghampiri
kita bersama hadapi dan nikmati itu semua
Kurang lebih setahun bersama
Insya Allah tak kan ada yang sia-sia
Pembelajaran, pengalaman dan kebahagiaan telah kita reguk bersama
mari kita refleksikan apa yang sudah dipelajari
apa yang sudah kita perbaiki
kita susun itu semua dalam bingkai yang indah
bingkai ukhuwah
yang kita harap takkan mati
yang kita harap jalinan ukhuwah ini
kan terjalin hingga kelak Ia mempertemukan kita di SurgaNya
Aaamiiin ..



Huaaa...
Sedih bin nangis darah n keringet ini mah ...
hiks hiks...
CerPon akan selalu ada dalam memori ini
Insya Allah
Pasti kangen deh ..
dengan semua semua semuanyaaaa...
ininya itunya ...
hmmm...
walaupun dua angsa berpisah...
tak apa...
hati para angsa akan tetap terkait ...


*hayooo katanya mau bikin video ...??? :D hehe

7.14.2011

Menanyakan kebermanfaatan diri

  No comments    
categories: 
Saat yang lain menjauh, berubah entah kenapa. Mungkin kita pun tak tahu. Sedih pasti itu yang terasa. Hati teriris sembilu yang entah apa sebabnya sembilu itu menyayat begitu mengecewakan.Namun, ya sudah. Mari bermuhasabah saja. Tak usah bertanya terlalu banyak. Tapi jika itu sangat mengganggu, tabayunkan saja.
Bahkan hati sempat berfikir, apakah mungkin ....
ah naudzubillah... tak mau... diri ini tak mau seperti itu..
menjadi manusia yang dijauhi karena ketidakbermanfaatannya.. :(
Ih sungguh ngeri..., naudzubillahi min dzalik...
Kadang hati berfikir, mungkin diri ini belum bermanfaat bagi yang lain...
Oleh karenanya, mari di setiap hari bermuhasabah tentang apa yang sudah kita lakukan selama satu hari penuh..
Apakah sudah memberikan manfaat pada yang lain???
Hanya hati dan lingkunganlah jawabannya...

7.07.2011

BELALANG

  No comments    
categories: 

Seekor belalang A yang telah lama terkurung dalam sebuah kotak, suatu
hari berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya. Dengan gembira ia
melompat-lompat menikmati kebebasannya.  Diperjalanan dia bertemu
dengan belalang B, namun dia keheranan mengapa belalang B itu bisa
melompat
lebih tinggi dan lebih jauh darinya.
Dengan penasaran ia menghampiri belalang B itu dan bertanya, "Mengapa
kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh, padahal kita tidak
jauh
berbeda dari usia ataupun bentuk tubuh ?". Belalang B pun menjawabnya
dengan
pertanyaan "Dimanakah kau selama ini tinggal? Karena semua belalang
yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku
lakukan."
Saat itu belalang A baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang
membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang
hidup di alam
bebas.
********
Kadang-kadang kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga
mengalami
hal yang sama dengan belalang A. Lingkungan yang buruk, hinaan, masa
lalu
yang buruk, kegagalan yang beruntun, perkataan teman atau pendapat
tetangga
seolah membuat kita terkurung  kotak semu yang membatasi semua
kelebihan kita. Lebih sering kita mempercayai mentah-mentah apapun
yang mereka
voniskan kepada kita tanpa pernah berpikir benarkah Anda separah itu?
Bahkan lebih buruk lagi, kita  lebih memilih mempercayai mereka
daripada
mempercayai diri sendiri.
Tidakkah Anda pernah mempertanyakan kepada nurani bahwa Anda bisa
"melompat lebih tinggi dan lebih jauh" kalau Anda mau
menyingkirkan "kotak" itu ?
Tidakkah Anda ingin membebaskan diri agar Anda bisa mencapai sesuatu
yang selama ini Anda anggap diluar batas kemampuan Anda ?
Beruntung sebagai manusia kita dibekali Tuhan kemampuan untuk
berjuang,
tidak hanya menyerah begitu saja pada apa yang kita alami. Karena itu
teman, teruslah berusaha mencapai apapun yang Anda ingin capai. Sakit
memang,
lelah memang... tapi bila Anda sudah sampai di puncak semua
pengorbanan itu
pasti akan terbayar.
Kehidupan Anda akan lebih baik kalau hidup dengan cara hidup pilihan
Anda. Bukan cara hidup seperti yang mereka pilihkan untuk Anda.

Makna Sebuah Titipan

  No comments    
categories: 

(WS Rendra)

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa :

sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Allah
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,

tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu
diminta kembali oleh-Nya?

Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan
bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku.

Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti
matematika:
aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan kekasih. 
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku",
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...

"ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"

Angsa :)

  No comments    
categories: 

Kalau anda tinggal di negara 4 musim, maka pada musim gugur, akan
terlihat rombongan angsa terbang ke arah selatan untuk menghindari
musim dingin. Angsa-angsa tersebut terbang dengan formasi berbentuk
huruf "V". Kita akan melihat beberapa fakta ilmiah tentang mengapa
rombongan
angsa tersebut terbang dengan formasi "V".
Fakta:
Saat setiap burung mengepakkan sayapnya, hal itu memberikan "daya
dukung" bagi burung yang terbang tepat dibelakangnya. Ini terjadi
karena burung
yang terbang di belakang tidak perlu bersusah-payah untuk menembus
'dinding udara' di depannya. Dengan terbang dalam
formasi "V", seluruh kawanan dapat menempuh jarak terbang 71 % lebih
jauh daripada kalau setiap burung terbang sendirian.
Pelajaran:
Orang-orang yang bergerak dalam arah dan tujuan yang sama serta saling
membagi dalam komunitas mereka dapat mencapai tujuan mereka dengan
lebih cepat dan lebih mudah. Ini terjadi karena mereka menjalaninya
dengan
saling mendorong dan mendukung satu dengan yang lain.
Fakta:
Kalau seekor angsa terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan
merasa berat dan sulit untuk terbang sendirian. Dengan cepat ia akan
kembali ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari daya dukung
yang diberikan burung di depannya.
Pelajaran:
Kalau kita memiliki cukup logika umum seperti seekor angsa, kita akan
tinggal dalam formasi dengan mereka yang berjalan didepan. Kita akan
mau menerima bantuan dan memberikan bantuan kepada yang lainnya. Lebih
sulit untuk melakukan sesuatu seorang diri daripada melakukannya
bersama-sama.
Fakta:
Ketika angsa pemimpin yang terbang di depan menjadi lelah, ia terbang
memutar ke belakang formasi, dan angsa lain akan terbang menggantikan
posisinya.
Pelajaran:
Adalah masuk akal untuk melakukan tugas-tugas yang sulit dan penuh
tuntutan secara bergantian dan memimpin secara bersama. Seperti
halnya angsa,
manusia saling bergantung satu dengan lainnya dalam hal kemampuan,
kapasitas, dan memiliki keunikan dalam karunia, talenta
atau sumber daya lainnya.
Fakta:
Angsa-angsa yang terbang dalam formasi ini mengeluarkan suara
riuh-rendah dari belakang untuk memberikan semangat kepada angsa yang
terbang di depan sehingga kecepatan terbang dapat dijaga.
Pelajaran:
Kita harus memastikan bahwa suara kita akan memberikan kekuatan. Dalam
kelompok yang saling menguatkan, hasil yang dicapai menjadi lebih
besar.
Kekuatan yang mendukung (berdiri dalam satu hati atau nilai-nilai
utama
dan saling menguatkan) adalah kualitas suara yang kita cari. Kita
harus
memastikan bahwa suara kita akan menguatkan dan bukan melemahkan.
Fakta:
Ketika seekor angsa menjadi sakit, terluka, atau ditembak jatuh, dua
angsa lain akan ikut keluar dari formasi bersama angsa tersebut dan
mengikutinya terbang turun untuk membantu dan melindungi. Mereka
tinggal dengan angsa yang jatuh itu sampai ia mati atau dapat terbang
lagi. Setelah itu mereka akan terbang dengan kekuatan mereka sendiri
atau dengan membentuk formasi lain untuk mengejar rombongan mereka.
Pelajaran:
Kalau kita punya perasaan, setidaknya seperti seekor angsa, kita akan
tinggal bersama sahabat dan sesama kita dalam saat-saat sulit mereka,
sama seperti ketika segalanya baik!