Showing posts with label Sains dan Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Sains dan Teknologi. Show all posts

6.19.2012

Ibnu Majid Penemu Kompas

Islam memerintahkan kita untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya bahkan rasul pun mengatakan " carilah ilmu walau sampai ke negeri china". Ungkapan ini bukan hanya isapan jempol belaka, karena faktanya sampai saat ini  banyak sekali ilmu-ilmu yang berada atau berasal dari negeri tirai bambu ini.
Eiiit, tapi jangan salah. Islam pun memiliki banyak para ilmuan dan penemu ulung dalam berbagai bidang. Sejarah pun mencatat, penemuan-penemuan baru ditemukan oleh para pakar dan ulama muslim. Mereka patut diberi penghargaan tertinggi di bidang ilmu pengetahuan. Dengan usaha kerasnya melakukan observasi, eksperimen bahkan melakukan pelayaran mengarungi samudera untuk pergi ke berbagai negara hanya untuk ilmu. Maka lahirlah nama-nama semisal Ibnu Haitsam, Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, Ibnu Batuta, dan masih banyak lagi. Sebagian besar mereka menemukan benda-benda dan teori-teori di pelbagai ilmu pengetahuan jauh sebelum para ilmuan Barat menemukannya.
Orang-orang Arab pada zaman itu memang berpikiran jauh ke depan. Mereka gigih melakukan observasi dan eksperimen demi menggapai ilmu pengetahuan. Apalagi setelah ditemukan kompas, penjelajahan dunia makin intensif dilakukan. Dalam penelitian yang dilakukan antropolog Afrika Selatan, Dr Jefferys, dinyatakan orang - orang Arablah yang telah menemukan benua Amerika. Lima abad sebelum Columbus menemukannya.
Dalam penjelajahan ini, dunia harus berterima kasih kepada Ibnu Majid yang telah menemukan ilmu navigasi ( kompas ). Dialah sesungguhnya yang telah menemukan kompas (navigasi). 
Ibnu Majid bernama lengkap Sihabuddin Ahmad bin Majid bin amr-Ad-Duwaik. Beberapa sumber sejarah menyebutkan ia hidup di abad 9 H atau 15 M. Keluarga Ibnu Majid berasal dari daerah Gurun Nejd, Yaman. Namun, tradisi kebaharian sudah mulai dilakukan sejak kakek dan ayahnya yang menjadi mualim ( navigator) di kawasan Laut Merah. Ayah Ibnu Majid merintis penulisan buku tentang navigasi yang diberi judul Al-Hijaziyya. Buku ini membahas tentang kondisi lautan sekitar kawasan Hejaz. Kelak, Ibnu Majid mengikuti jejak ayahnya dengan menulis buku-buku tentang kelautan dalam porsi lebih luas dan detail.

7.19.2011

Al Quran dan Fakta Sains ("Besi" )

Di Astrikh, seorang pakar NASA mengemukakan keajaiban Al-quran. Kami telah melakukan banyak percobaan terhadap logam logam yang ada di bumi. Tapi satu-satunya logam yang membingungkan ilmuan saat ini adalah besi. Besi (Fe) dengan no atom 26 dan massa atom relative 56 ini merupakan logam yang banyak digunakan sebagai campuran alat rumah tangga. Sifat kimianya mempunyai ciri khas, untuk menyatukan electron dan neutron dalam besi dibutuhkan kekuatan setara empat kali kekuatan yang ada pada matahari. Jadi mustahil jika besi tercipta di bumi. Sehingga pasti besi merupakan unsur asing yang dating ke bumi.

Kata “anzalnaa” yang berarti “kami turunkan” khusus digunakan untuk besi dalam ayat ini, dapat diartikan secara kiasan untuk menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Tapi ketika kita mempertimbangkan makna harfiah kata ini, yakni “secara bendawi diturunkan dari langit”, kita akan menyadari bahwa ayat ini memiliki keajaiban ilmiah yang sangat penting.
Ini dikarenakan penemuan astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar.

Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa. Akan tetapi sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut “nova” atau “supernova”. Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa.

Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor dan “diturunkan ke bumi”, persis seperti dinyatakan dalam ayat tersebut: Jelaslah bahwa fakta ini tidak dapat diketahui secara ilmiah pada abad ke-7 ketika Al Qur’an diturunkan.

Ketika ada yang membacakan kepadanya, “dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (QS Al Hadid :25)

Dia mengatakan, “kalimat ini mustahil berasal dari ucapan manusia”.

Referensi : majalah elfata th 2003, dan 
http://pantjasurya.wordpress.com