3.13.2011

Lagi suka banget lagu nya NYC(STAR FIVE)...**Cermin tak pernah berdusta**

  No comments    
categories: 
liriknya....

cermin yang biasa kupandangi di setiap hari
sekali lagi membiaskan bayangan diri
wajah ini hati ini tempat sgala rasa bermula
kan indahkah akhir sgala kita

reff :
apakah diriku ini kan bercahaya bersinar di syurgaMu menatap penuh rindu
ataukah diriku ini kan hangus legam terbakar dalam nyala di neraka membara

sungguh berbeda yang nampak dan yang tersembunyi hanya kepalsuan menipu topeng belaka
jiwa ini tubuh ini hati yang merajai diri tlah bersalah hambaMu melangkah
kemanakah diriku ini berakhir di surga atau di nerakaMu
aku takkan mampu ampuni hamba sebelum akhir waktu

wihiiiii...bener2...ngenaaaaaaaa..... :)

Iman bertambah dan berkurang..

  No comments    
categories: 
         Keimanan adalah hal penting yang harus senantiasa kita jaga. Rasulullah saw. bersabda " Iman itu bertambah dan berkurang, bertambahnya dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan "
         Hadist di atas sungguh jelas, bahwa iman itu fluktuatif, tak bisa konstan. Kenapa ya? karena manusia itu makhluk mulia yang memiliki nafsu. Dan nafsu kita dikendalikan oleh ilmu yang menopang iman kita. Harus kita ketahui, bahkan udah tau dari dulu kali ya, kalau syaitan itu licik dan senantiasa menggoda kita sebagia manusia. Kita ini berbeda dengan malaikat yang taat tanpa akan maksiat. Malaikat yang tidak memiliki nafsu dan senantiasa melaksanakan apa yang Allah perintahkan.
         Terus ga adil dong??eitss..kenapa kita disebut makhluk mulia, karena kita penuh tantangan dalam melaksanakan perintah Allah. Betul ndak??betul dong...
Iman bertambah dengan ketaatan, hmm.. jadi kita harus jihad akbar nih ( mengendalikan hawa nafsu ) dalam melaksanakan perintah Allah. Senantiasa memperbaiki dan menambah amalan sebagai bentuk ketaatan kita pada-Nya. Dan kita usahakan kurangi prevalensi maksiat kita dikurangi bahkan kalau bisa ditiadakan. Dan kita usahakan juga kikis dosa yang terlanjur kita kerjakan dengan istigfar.

3.09.2011

Ketika hati ini ingin menjadi putih

  No comments    
categories: 
Hati...sesuatu yang Rasul katakan sangat penting..
Ketika hati baik, maka seluruh manusia menjadi baik. Namun, ketika hati buruk manusia itu pun akan buruk. Hati adalah sesuatu yang sangat sensitif, yang harus senantiasa kita jaga kebersihan dan kemurniannya.
Segala sesuatu yang kita kerjakan akan berawal dari hati. Hati adalah tempatnya niat. Ketika niat itu baik, hati memperoses dan mengkoordinasikannya dengan otak, otak menjalankan dan memerintah kepada syaraf untuk menyampaikannya pada anggota tubuh yang kita miliki. Guna merealisasikan apa yang niat inginkan.
Hati kadang sering terkena debu-debu jalanan maksiat yang membuatnya kotor bahkan usang. Debu itu membuat hati menjadi sulit untuk menerima hal baik yang ingin masuk ke dalam hati.
Oleh karenanya kita harus senantiasa melatih dan melindungi hati ini dari segala penyakit yang tentunya akan berdampak sangat buruk terhadap kita ke depannya. Kita harus senantiasa membuat hati ini tetap terjaga keputihannya. Hati yang putih bersih laksana air bening yang mengalir dan mampu menyejukkan siapapun yang berlabuh di sana.

2.19.2011

Kedudukan Ikhlas

  No comments    
categories: 
Kedudukan Ikhlas
Ikhlas merupakan hakikat dari agama dan kunci dakwah para rasul Shallallaahu 'alaihi wa Salam .
Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman, artinya: " Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta'atan (ikhlas) kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan meunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." (QS. 98:5)
Juga firmanNya yang lain, artinya: "Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya." (QS. 67:2)
Berkata Al Fudhail (Ibnu Iyadl, penj), makna dari kata ahsanu 'amala (lebih baik amalnya) adalah akhlasuhu wa Ashwabuhu, yang lebih ikhlas dan lebih benar (sesuai tuntunan).
            Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu beliau berkata: 'Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam bersabda, Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman, artinya: "Aku adalah Tuhan yang tidak membutuhkan persekutuan , barang siapa melakukan suatu per-buatan yang di dalamnya menyekutukan Aku dengan selainKu maka Aku tinggalkan dia dan juga sekutunya." (HR. Muslim).
            Oleh karenanya suatu ketaatan apapun bentuknya jika dilakukan dengan tidak ikhlas dan jujur terhadap Allah, maka amalan itu tidak ada nilainya dan tidak berpahala, bahkan pelakuknya akan menghadapi ancaman Allah yang sangat besar. Sebagaimana dalam hadits, bahwa manusia pertama yang akan diadili pada hari kiamat nanti adalah orang yang mati syahid, namun niatnya dalam berperang adalah agar disebut pemberani. Orang kedua yang diadili adalah orang yang belajar dan mengajarkan ilmu serta mempelajari Al Qur'an, namun niatnya supaya disebut sebagai qori' atau alim. Dan orang ketiga adalah orang yang diberi keluasan rizki dan harta lalu ia berinfak dengan harta tersebut akan tetapi tujuannya agar disebut sebagai orang yang dermawan. Maka ketiga orang ini bernasib sama, yakni dimasukkan kedalam Neraka. (na'udzu billah min dzalik).
Pengertian Ikhlas
Ada beberapa pengertian ikhlas,  diantarnya:
  • Semata-mata bertujuan karena Allah ketika melakukan ketaatan.
  • Ada yang mengatakan ikhlas ialah membersihkan amalan dari ingin mencari perhatian manusia.
  • Sebagian lagi ada yang mendefinisikan bahwa orang yang ikhlas ialah orang yang tidak memperdulikan meskipun seluruh penghormatan dan peng-hargaan hilang dari dirinya dan berpindah kepada orang lain,karena ingin memperbaiki hatinya hanya untuk Allah semata dan ia tidak senang jikalau amalan yang ia lakukan diperhatikan oleh orang,walaupun perbuatan itu sepele.
            Ditanya Sahl bin Abdullah At-Tusturi, Apa yang paling berat bagi nafsu? Ia menjawab: "Ikhlas, karena dengan demikian nafsu tidak memiliki tempat dan bagian lagi." Berkata Sufyan Ats-Tsauri: "Tidak ada yang paling berat untuk kuobati daripada niatku, karena ia selalu berubah-ubah."
Perusak-perusak Keikhlasan
Ada beberapa hal yang bisa merusak keikhlasan yaitu:
  • Riya' ialah memperlihatkan suatu bentuk ibadah dengan tujuan dilihat manusia, lalu orang-orangpun memujinya.
  • Sum'ah, yaitu beramal dengan tujuan untuk didengar oleh orang lain (mencari popularitas).
  • 'Ujub, masih termasuk kategori riya' hanya saja Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah membedakan keduanya dengan mengatakan bahwa: "Riya' masuk didalam bab menyekutukan Allah denga makhluk, sedang ujub masuk dalam bab menyekutukan Allah dengan diri-sendiri. (Al fatawaa, 10/277)
Disamping itu ada bentuk detail dari perbuatan riya' yang sangat tersembunyi, atau di sebut dengan riya' khafiy' yaitu:
  1. Seseorang sudah secara diam-diam melakukan ketaatan yang ia tidak ingin menampakkannya dan tidak suka jika diketahui oleh banyak orang, akan tatapi bersamaan dengan itu ia menyukai kalau orang lain mendahului salam terhadapnya, menyambutnya dengan ceria dan penuh hormat, memujinya, segera memenuhi keinginannya, diperlakukan lain dalam jual beli (diistimewakan), dan diberi keluasan dalam tempat duduk. Jika itu semua tidak ia dapatkan ia merasa ada beban yang mengganjal dalam hatinya, seolah-olah dengan ketaatan yang ia sembunyikan itu ia mengharapkan agar orang selalu menghormatinya.
     
  2. Menjadikan ikhlas sebagai wasilah (sarana) bukan maksud dan tujuan.
    Syaikhul Islam telah memperingatkan dari hal yang tersembunyi ini, beliau berkata: "Dikisahkan bahwa Abu Hamid Al Ghazali ketika sampai kepadanya, bahwa barangsiapa yang berbuat ikhlas semata-mata karena Allah selama empatpuluh hari maka akan memancar hikmah dalam hati orang tersebut melalui lisanya (ucapan), berkata Abu Hamid: "Maka aku berbuat ikhlas selama empat puluh hari, namun tidak memancar apa-apa dariku, lalu kusampaikan hal ini kepada sebagian ahli ilmu, maka ia berkata:  "Sesungguhnya kamu ikhlas hanya untuk mendapatkan hikmah, dan ikhlasmu itu bukan karena Allah semata.
    Kemudian Ibnu Taymiyah berkata: "Hal ini dikarenakan manusai terkadang ingin disebut ahli ilmu dan hikmah, dihormati dan dipuji manusia, dan lain-lain, sementara ia tahu bahwa untuk medapatkan semua itu harus dengan cara ikhlas karena Allah.Jika ia menginginkan tujuan pribadi tapi dengan cara berbuat ikhlas karena Allah,maka terjadilah dua hal yang saling bertentangan. Dengan kata lain, Allah di sini hanya dijadikan sebagai sarana saja, sedang tujuannya adalah selain Allah. 
  3. Yaitu apa yang diisyaratkan Ibnu Rajab beliau berkata: "Ada satu hal yang sangat tersembunyi, yaitu terkadang seseorang mencela dan menjelek-jelekan dirinya dihadapan orang lain dengan tujuan agar orang tersebut menganggapnya sebagai orang yang tawadhu' dan merendah, sehingga dengan itu orang justru mengangkat dan memujinya. Ini merupakan pintu riya' yang sangat tersembunyi yang selalu diperingatkan oleh para salafus shaleh.
Cara-cara mengobati riya'
  1. Harus menyadari sepenuhnya , bahwa kita manusia ini semata-mata adalah hamba. Dan tugas seorang hamba adalah mengabdi dengan sepenuh hati, dengan mengharap kucuran belas kasih dan keridhaanNya semata.  
  2. Menyaksikan pemberian Allah, keutamaan dan taufikNya, sehingga segala sesuatunya diukur dengan kehendak Allah bukan kemauan diri sendiri. 
  3. Selalu melihat aib dan kekurangan diri kita, merenungi seberapa banyak bagian dari amal yang telah kita berikan untuk hawa nafsu dan syetan. Karena ketika orang tidak mau melakukan suatu amal, atau melakukannya namun sangat minim maka berarti telah memberikan bagian (yang sebenarnya untuk Allah), kepada hawa nafsu atau syetan.
  4. Memperingatkan diri dengan perintah-perintah Allah yang bisa memperbaiki hati.
  5. Takut akan murka Allah, ketika Dia melihat hati kita selalu dalam keadaan berbuat riya'.
  6. Memperbanyak ibadah-ibadah yang tersembunyi seperti qiyamul lail, shadaqah sirri, menagis karena Allah dikala menyandiri dan sebagainya. 
  7. Membuktikan pengagungan kita kepada Allah, dengan merealisasikan tauhid  dan mengamalkannya.
  8. Mengingat kematian dan sakaratul maut, kubur dan kedah syatannya, hari akhir dan huru-haranya.
  9. Mengenal riya', pintu-pintu masuk dan kesamarannya, sehingga bisa terbebas darinya.
  10. Melihat akibat para pelaku riya' baik di dunia maupun di akhirat.
  11. Meminta pertolongan dan perlindungan kepada Allah dari perbuatan riya'dengan membaca doa:"Ya Allah aku berlindung kepadamu dari berbuat syirik padahal aku mengetahui,dan aku mohon ampun atas apa-apa yang tidak ku ketahui."
Wallahu a'lam bis shawab.
Disarikan dari buku al ikhlash wa asy syirkul asghar,Dr Abdul Aziz bin Muhammad Al Abdul Lathif, Darul Wathan Riyadh (Ibnu Djawari)

1.17.2011

Kesedihan,akibat siapa?

  No comments    
categories: 
Kesedihan membuat kita jatuh dan terlena dalam lembah penyesalan. Lembah yang mana kita akan sulit mengembalikan kepercayaan diri, kekuatan hati dan kemantapan keyakinan. Penyesalan itu perlu, namun terus berlarut dalam penyesalan akan membuat kita terus jatuh dan semakin jatuh dalam lembah kenistaan. Penyesalan haruslah di Follow up dengan perbaikan yang harus diusahakan. Usaha yang dikerahkan haruslah maksimal. Usaha tersebut haruslah diniatkan karena Allah. Jangan sampai usaha kita dibarengi dengan hati menggerutu dan mengingkari takdir Allah bagi kehidupan kita. Sungguh kita harus selalu yakin dan husnudzzan terhadap skenario indah yang Allah buatkan untuk kita. Yakinlah bahwa ini adalah curahan kasih sayang Allah pada kita. Allah mungkin menginginkan kita untuk lebih baik. Lebih keras berusaha, lebih banyak berdo'a. Husnudzzan saja, mungkin Allah ingin kita terus mengingatNya. Allah inginkan kita untuk terus berseru dan meminta padaNya. Allah inginkan kita agar kita menjadi lebih capable. Allah merindukan hambaNya memohon dan meminta padaNya. Itu tandanya bahwa Allah sangat mencintai hambaNya. Selalu ingat perjuangan tanpa pengorbanan takkan pernah menghasilkan kesuksesan. Tidak ada dalam sejarahnya bahwa orang yang sukses, tak pernah terjatuh. Orang-orang yang sekarang berada di puncak kesuksesan adalah orang-orang yang pernah mengalami kegagalan yang menyebabkan kesedihan. Kepahitan hidup bahkan tak elak mereka rasakan. Namun, kesedihan dan kegagalan mereka jadikan sebagai lecutan di masa mendatang agar lebih berhati-hati dan lebih keras untuk berusaha.
Kesedihan mungkin akibat perilaku kita sendiri, kita mungkin telah sengaja atau tidak sengaja membuat suatu keadaan menjadi kacau, gagal, yang kesemuanya itu membuat kesedihan. Namun, jangan menyalahkan Allah. Karena Allah senantiasa mengetahui yang terbaik bagi hambaNya. "Bisa jadi apa yang kamu anggap baik itu buruk menurut Allah, dan yang kamu anggap buruk itu adalah baik menurut Allah ".
La Tahzan!!Karena Allah menyayangi dan menyukai hambaNya yang mau bangkit.  :) :) :)

1.07.2011

Tebarkanlah salam..

  No comments    
categories: 
As-salam merupakan salah satu dari Asma Allah Yang Agung...
Maka dari itu menyebarkan salam adalah dianjurkan,,,
Karena kita menyebarkan keselamatan, kasih sayang dan Rahmat...bagi seluruh alam...
Subhanallah efek dari salam ...
Apalagi kita lebih dianjurkan untuk mengucapkan salam kepada orang yang belum kita kenal..
hal itu akan lebih berkesan..
Orang yang berkendaraan dianjurkan mengucapkan salam kepada orang yang sedang berjalan, orang yang sendirian dianjurkan mengucapkan salam kepada orang yang banyak, orang yang muda kepada orang tua..
begitulah rahmat Islam...
Subhanallah ..dengan salam ukhuwah pun akan lebih terbangun,.,,
lebih kuat dan lebih kokoh...
Mari tebarkan salam... ^_^

1.02.2011

Buah Anggur merupakan salah satu dari "raja buah-buahan"



Allah Berfirman :
“Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan”. (an-Nahl :11)


“Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat minimuman yang memabukkan dan rezki yang baik. Sesunggguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan”. (An-Nahl :67)

 Buah anggur merupakan nikmat Allah yang dianugerahkan kepada hamba-hambaNya di dunia ini dan di akhirat kelak. Anggur termasuk buah-buahan yang sangat bagus dan banyak manfaatnya. Ia adalah salah satu dari tiga buah-buahan yang disebut sebagai "raja buah-buahan", yaitu buah anggur, kurma dan tin.

Buah anggur mengandung sekitar 15 % zat gula. Tujuh persen diantaranya berbentuk glukosa. Kadar zat gula ini dapat bertambah setiap kali buahnya bertambah matang. Buah anggur memiliki komposisi zat gula yang paling sederhana dan paling mudah dikunyah, dicerna dan melekat pada tubuh. Buah anggur mengandung sekitar 1,5 % zat protein, dan 1,5 % lemak.
Buah anggur sangat kaya dengan vitamin B kompleks yang banyak bekerja mengaktifkan tubuh manusia. Vitamin B merupakan perangkat penting untuk menjaga keselamatan sel saraf. Buah anggur juga mengandung vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta memperkecil kemungkinan-kemungkinan menjangkitnya berbagai bakteri dan kuman. Buah anggur dapat menghasilkan 68 kilolkalori.

Manfaat buah anggur :
1. Dapat meringankan beban usus. Sangat bagus dikonsumsi untuk orang yang mengalami sembelit.
2. Dapat memperlancar saluran kencing dan memperkecil kadar asam urat pada darah.
3. Mengandung glukosa yang dapat membantu menjaga kestabilan hati, mengaktifkan tugas-tugasnya, dan menambah sirkulasi hasil yang diserap oleh hati.
4. Perasan buah anggur dapat menghilangkan lendir, dahak, dan batuk.

Sumber : Rahasia Kesehatan Nabi (Prof.Dr.Abdul Basith Muhammad Sayyid)

Keutamaan menghafal Al Quran

  No comments    
categories: 
Banyak hadits Rasulullah SAW yang mendorong untuk menghapal Al Quran, atau
membacanya di luar kepala, sehingga hati seorang individu Muslim tidak kosong dari
sesuatu bagian dari kitab Allah SWT. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu
Abbas secara marfu`:
“Orang yang tidak mempunyai hapalan Al Quran sedikitpun adalah seperti rumah kumuh
yang mauh runtuh “.Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi dari Ibnu Abbas (2914), ia berkata: hadits ini hasan sahih.

Dan Rasulullah SAW memberikan penghormatan kepada orang-orang yang
mempunyai keahlian dalam membaca Al Quran dan menghapalnya, memberitahukan
kedudukan mereka, serta mengedepankan mereka dibandingkan orang lain.
Dari Abi Hurarirah r.a. ia berkata: Rasulullah SAW mengutus satu utusan yang
terdiri dari beberapa orang. Kemudian Rasulullah SAW mengecek kemampuan membaca
dan hapalan Al Quran mereka: setiap laki-laki dari mereka ditanyakan sejauh mana
hapalan Al Quran-nya. Kemudian seseorang yang paling muda ditanya oleh Rasulullah
SAW : “Berapa banyak Al Quran yang telah engkau hapal, hai pulan?” ia menjawab: aku
telah hapal surah ini dan surah ini, serta surah Al Baqarah. Rasulullah SAW kembali
bertanya: “Apakah engkau hapal surah Al Baqarah?” Ia menjawab: Betul. Rasulullah
SAW bersabda: “Pergilah, dan engkau menjadi ketua rombongan itu!”. Salah seorang
dari kalangan mereka yang terhormat berkata: Demi Allah, aku tidak mempelajari dan
menghapal surah Al Baqarah semata karena aku takut tidak dapat menjalankan isinya.
Mendengar komentar itu, Rasulullah SAW bersabda:
“Pelajarilah Al Quran dan bacalah, karena perumpamaan orang yang mempelajari Al
Quran dan membacanya, adalah seperti tempat bekal perjalanan yang diisi dengan
minyak misik, wanginya menyebar ke mana-mana. Sementara orang yang
mempelajarinya kemudia ia tidur –dan dalam dirinya terdapat hapalan Al Quran— adalah
seperti tempat bekal perjalanan yang disambungkan dengan minyak misik “.
Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi dan ia menilainya hadits hasan (2879), dan lafazh itu darinya. Serta
oleh Ibnu Majah secara ringkas (217), Ibnu Khuzaimah (1509), Ibnu Hibban dalam sahihnya (Al Ihsaan
2126), dan dalam sanadnya ada `Atha, Maula Abi Ahmad, yang tidak dinilai terpercaya kecuali oleh Ibnu
Hibban.

Jika tadi kedudukan pada saat hidup, maka saat mati-pun, Rasulullah SAW
mendahulukan orang yang menghapal lebih banyak dari yang lainnya dalam kuburnya,
seperti terjadi dalam mengurus syuhada perang Uhud.
Rasulullah SAW mengutus kepada kabilah-kabilah para penghapal Al Quran dari
kalangan sahabat beliau, untuk mengajarkan mereka faridhah Islam dan akhlaknya,
karena dengan hapalan mereka itu, mereka lebih mampu menjalankan tugas itu. Di antara
sahabat itu adalah: tujuh puluh orang yang syahid dalam kejadian Bi`ru Ma`unah yang
terkenal dalam sejarah. Mereka telah dikhianati oleh orang-orang musyrik.
Dari Abi Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Penghapal Al Quran akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Quran akan berkata:
Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah
(kehormatan), Al Quran kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang
itu dipakaikan jubah karamah. Kemudian Al Quran memohon lagi: Wahai Tuhanku,
ridhailah dia, maka Allah SWT meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu:
bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga), dan Allah SWT menambahkan dari
setiap ayat yang dibacanya tambahan ni`mat dan kebaikan “.
Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi dan ia menilainya hadits hasan (2916), Ibnu Khuzaimah, al hakim, ia
menilainya hadits sahih, serta disetujui oleh Adz Dzahabi (1/553).

Balasan Allah SWT di akhirat tidak hanya bagi para penghapal dan ahli Al Quran
saja, namun cahayanya juga menyentuh kedua orang tuanya, dan ia dapat memberikan
sebagian cahaya itu kepadanya dengan berkah Al Quran.
Dari Buraidah ia berkata: Rasulullah SAW bersabda:
“Siapa yang membaca Al Quran, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka
dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari Kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari,
kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di
dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini: dijawab: “karena kalian
berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Quran” .

Kedua orang itu mendapatkan kemuliaan Tuhan, karena keduanya berjasa
mengarahkan anaknya untuk menghapal dan mempelajari Al Quran semenjak kecil. Dan
dalam hadits terdapat dorongan bagi para bapak dan ibu untuk mengarahkan anak-anak
mereka untuk menghapal Al Quran semenjak kecil.
Ibnu Mas`ud berkata:
“Rumah yang paling kosong dan lengang adalah rumah yang tidak mengandung
sedikitpun bagian dari Kitab Allah SWT ”.
Dan pengertian kata “ashfaruha” adalah: yang paling kosong dari kebaikan dan
berkah.
Al Munziri meriwayatkan dalam kitab At Targhib wa At Tarhib dengan kata:
“ashghar al buyut” dengan ghain bukan fa. Dan maknanya adalah: rumah yang paling
hina kedudukannya, dan paling rendah nilainya.


So...mari kita tingkatkan hafalan kita..dan juga terus berusaha untuk mengamalkan isinya...
woke...?..^_^d

sumber : Menghapal Al Quran (Yusuf Qardawi)

1.01.2011

Khasiat Madu Lebah



Lebah adalah salah satu makhluk Allah yang hidup dari sesuatu yang baik dan menghasilkan yang baik.
Lebah makan dari hal yang baik, yaitu sari bunga..
Lalu lebah menghasilkan yang baik pula...yaitu madu...
Dimana madu sebagai makanan dan obat.Madu memiliki vitamin-vitamin diantaranya :
1. vitamin A
penting bagi penglihatan dan pemeliharaan kornea mata dan conjungtiva
2 vitamin B (niacine)
vitamin ini dapat mencegah penyakit pelagra (semacam penyakit kulit)
3.vitamin B3 (panthothenic acid)
mencegah kerontokan pada rambut, luka pada saluran pencernaan dan gangguan sel saraf. Karena vitamin ini membentuk zat asetil kolin yang sangat penting bagi tubuh
4. vitamin E (tokoverol)
membantu proses percernaan makanan
5. Vitamin K
penting untuk penggumpalan darah
Selain vitamin, madu juga memiliki enzim yang penting, diantaranya enzim intervase, amilase dan katalase.
Ini semua sesuai dengan firman Allah.swt :
Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia", Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (Qs. An_nahl-68-69)

Subhanallah ....

Selain itum untuk para akhwat nih..
madu lebah juga dimanfaatkan untuk kecantikan. Pada tahun 1835 di London, tersiar kabar bahwa madu lebah dapat memperindah dan melindungi kulit, mencegah dan mengobatinya dari pecah-pecah, serta sangat ampuh bagi bibir dan kulit tangan.
Madu dapat digunakan sebagai masker wajah dan leher, selama 10 menit. Kemudian dicuci dengan air hangat agar menghasilkan kulit yang segar dan cantik. Dapat juga membuat masker dari campuran madu lebah, gliserol dan kuning telur. Cara pemakaiannya, masker tersebut diletakkan pada wajah selama 15-20 menit, kemudian cuci dengan air hangat.
Selain masker, ada yang berpendapat bahwa madu lebah dapat memberikan kesuburan dan kecantikan pada rambut. Pada zaman dahulu ada seorang perempuan asal Belanda bernama Sarah yang meninggal pada tahun 1744 dalam usia 84 tahun. Ia adalah wanita yang memiliki rambut paling bagus. Dikisahkan, selama hidupnya ia selalu mencuci rambutnya dengan madu lebah. Caranya dengan menambahkan dua sendok besar madu lebah pada satu liter air hangat. Kita pun banyak menyaksikan madu lebah dimasukkan dalam berbagai jenis sampo.

Subahanallah...
Bahkan Rasul kita Muhammad.saw rutin meminum madu seperti yang tercantum dalam hadits berikut :
Dari Said Ibnu Jabir dari Ibnu Abbas dari Nabi saw, bahwa beliau bersabda : "Kesembuhan itu ada 3 hal, yaitu dalam al hijamah, meminumkan madu, dan pengobatan dengan kay (besi panas), dan aku melarang  ummatku melakukan pengobatan dengan kay "

Ayo mari gemar konsumsi madu...
Hehe.. ^_^d