3.25.2012

Makna Syahadat Menurutku

  No comments    
categories: 

                                   
                  Syahadat merupakan gerbang awal setiap orang yang ingin masuk Islam. Syahadat bermakna pengakuan serta kesaksian. Seperti kita ketahui, bahwa syahadat merupakan rukun Islam yang pertama sebelum solat, zakat, puasa serta beribadah haji. Sungguh sangat mudah jika seseorang ingin masuk ke dalam Islam. Hanya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat yang berbunyi “ Asyhadu An Laailaaha Illallah wa Asyhadu anna muhammadarrasulullah” orang tersebut sudah secara sah masuk agama Islam. Satu-satunya agama yang haq. Tak ada yang lain.
                  Syahadatain bermakna bahwa kita telah bersaksi dan mengakui bahwa tiada tuhan yang berhaq disembah dan diibadahi selain Allah. Tak ada yang lain, hanya Allah saja. Dan kita pun bersaksi bahwa Muhammad itu utusan Allah, karena kita memang berada dan masuk ke dalam zaman nabi terakhir, Rasulullah Muhammad saw. Oleh karena itu, ketika kita mengganti syahadat kita selain dengan nama Allah dan Muhammad, berarti kita telah mengingkari Allah sebagai tuhan dan Rasulullah Muhammad sebagai nabi kita yang terakhir. Maka, syahadat kita pun batal dan otomatis kita telah keluar dari gerbang Islam.
                  Memang sangat mudah bagi kita untuk megucapkan dua kalimat syahadat tersebut, namun makna di dalamnya sungguhlah begitu mendalam. Syahadat merupakan gerbang bagi pembebasan kita dari kebodohan (kejahiliahan), penerimaan dengan ikhlas, keyakinan, ketaatan, serta kecintaan yang tentunya menuntut segalanya dari diri kita. Memang dalam Al Quran dikatakan bahwa “Tidak ada paksaan dalam agama ini..”, namun makna dari ayat itu adalah bagi orang-orang yang masih berada di beranda luar dari Islam. Tetapi, ketika kita memasuki gerbang Islam dengan mengucapkan syahadatain, maka firman Allah “masuklah engkau ke dalam islam secara menyeluruh ..”. Otomatis, kita haruslah mengikuti aturan yang berada dalam Islam dengan segala sesuatu yang tentunya semua aturan yang telah Allah tetapkan adalah hal terbaik bagi makhlukNya.
                  Syahadatain akan menuntut kita untuk ridha, siap berkorban, takut akan kebencian Allah kepada kita, mengharap padaNya, serta taat dan menantikan pertemuan denganNya. Sekarang-sekarang ini, sedang maraknya “golongan sesat” yang di awal perekrutan anggotanya adalah dengan mengatakan bahwa kita harus berbai’at (bersyahadat ulang) dengan embel-embel bahwa berbai’atnya haruslah kepada orang yang ada keturunannya dari Rasulullah, dengan menyodorkan berbagai macam ayat dan hadits yang tentu banyak ditelan mentah-mentah bagi orang yang masih polos dengan Islam.
                  Memang semua dalil itu baik, namun ketika suatu ayat atau hadits tidak ditempatkan pada tempat atau moment yang seharusnya, maka itu pun akan menyesatkan. Seperti se-“golongan sesat” ini, yang ketika di awal perekrutan mengatakan ini dan itu seolah-olah benar dengan dalil yang mereka sudah hafal, yang akan meyakinkan targetnya. Setelah sang target masuk, maka dari banyak kesaksian yang pernah mengikuti “golongan” ini, mereka akan dituntut untuk banyak “berinfaq” demi “menebus dosa” dan membentuk pemerintahan Islam, bahkan mencuri dari orang muslim yang belum berba’iat pun diperbolehkan. Padahal uang yang dikatakan “infaq” tadi banyaklah dipakai oleh para petinggi mereka untuk berfoya-foya semata. Sudah kacau memang, “golongan” ini menggunakan syahdatain demi kepentingan financial pribadi dengan berbagai alasan dan dalil yang seolah-olah benar.  Padahal sahabat pun tidak pernah mencontohkan yang namanya “syahadat ulang”, karena dalam salat pun kita selalu membaca syahadatain guna mengingatkan dan terus menjaga akidah kita.
                  Maka dari itu, pentinglah bagi kita untuk memahami makna syahadatain yang menjadi pintu gerbang kita memasuki Islam yang indah ini. Sungguh logis bukan Allah menempatkan syahadatain sebagai rukun Islam yang pertama?, tentu karena sebelum kita melakukan rukun-rukun yang lain, keyakinan, keikhlasan dan penerimaan yang merupakan makna syahadatain itu haruslah kita tanamkan terlebih dahulu dalam hati kita sebagai garis awal kita melangkah di jalan Allah ini. 

0 comments:

Post a Comment