6.07.2012

Ga ada pacaran dalam Islam

  No comments    
categories: 
Pacaran ? emang ada pacaran dalam Islam? pacaran islami?
ya enggak dong ...

yuk simak hasil ta'lim FOSIKAGI tanggal 7 Juni 2012 @mushola FKG Unpad tercinta :DPemateri : drg.Dikdik Lazuardi



"Pacaran dalam Perspektif Islam "

Secara definisi pacaran berarti berkasih - kasihan dengan kekasih. Islam tidak membolehkan yang namanya pacaran (HARAM), karena pacaran adalah salah satu dari kegiatan yang merupakan bagian dari zina. Dalam pandangan Islam, rasa suka terbagi menjadi dua : cinta ( pernikahan ) dan nafsu ( pacaran = zina).Zina tidak hanya hubungan yang terjadi di area lutut sampai kaki saja (bersenggama), namun zina itu bisa zina mata, telinga, tangan, kaki, lisan serta hati ( angan-angan ). Intinya zina bisa menggores seluruh panca indra kita. sesuai dengan hadits Rasulullah saw : Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu, kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (H.R. Muslim, no. 6925)

perbuatan-perbuatan di atas merupakan perbuatan-perbuatan yang seyogyanya akan mendorong seseorang untuk melakukan zina tubuh ( bersenggama). Oleh karenanya hindarilah itu semua, karena Islam menginginkan kita untuk menjaga kesucian diri, karena zina termasuk dosa besar.

Bahaya Pacaran :
1. Bahaya bagi kepribadian 
kebanyakan berpacaran hanya membuat pribadi orang menjadi hipokrit ( munafiq ), hanya menampakkan yang baik2 saja dari dalam diri ( bertopeng ).
2. Pergeseran orientasi dalam semua aktivitas dan amal
Sudah tidak ikhlas, bukan karena Allah lagi. Sehingga kelak mungkin di Akhirat Allah akan menyuruhmu meminta pahala kepada pacarmu, karena kamu beramal bukan karena Allah.
3. Dosa yang menjanjikan siksa dunia dan akhirat
Salah satu contoh siksa dunia adalah orang yang berpacaran tidak akan merasakan saat - saat menyenangkan "berpacaran" dengan suami/istrinya. sedangkan siksa akhirat sungguh tak terkira setiap jengkal dari tubuh kita akan dimintai pertanggungan jawabannya.

Treatment :
1. Mengembalikan prioritas cinta kita
2. Memperbanyak amalan, baik itu ibadah, dzikir, tilawah , dakwah dan lainnya
3. Menyibukkan diri dengan beraktivitas di segala bidang
4. Jika sedang suka pada lawan jenis, maka ingat-ingatlah keburukannya
5. Menundukkan pandangan ( Ghaddul Bashar )

Membahas mengenai cinta, definisinya
" cinta menjadikan si pengecut sebagai pemberani, si bakhil jadi penderma, si bodoh menjadi pintar, memfasihkan lidah, mempertajam pena para pengarang, menguatkan si lemah mencerdaskan dan mendatangkan kegembiraan dalam jiwa dan perasaan yang bila ditulis tak kan cukup walau lautan telah menjadi tintanya…" - Abdurrahman Al Mukaffi -

" Cinta akan lenyap dengan lenyapnya sebab " - Ibnu Qayyim Al Jauziyyah -

Prioritas cinta kita :
1. Cinta pada Allah
Dengan cara bertakwa, sering mengingatnya dengan berdzikir, ibadah, tilawah dll. Allah Maha pencemburu, barang siapa berzina maka Allah sangat cemburu padanya. 
2. Cinta Rasulullah
Dengan cara mengikuti sunnah-sunnahnya serta memperbanyak membaca salawat dan salam padanya.
3. Cinta Karena Allah
cinta ini cinta kepada ibu, bapak, istri/ suami, kerabat, keluarga seta seluruh saudara seiman.


Yuuuk cinta sama Allah...
Ga' akan nyesel cinta sama Yang Maha Mencinta :D

0 comments:

Post a Comment